
Lebak – Di tengah berbagai isu yang berkembang di ruang publik, Pemerintah Kabupaten Lebak di bawah kepemimpinan Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya tetap menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Berbagai program nyata yang dijalankan menjadi bukti bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah kesejahteraan rakyat.
Sejumlah kebijakan pro-rakyat telah direalisasikan secara konkret. Di antaranya adalah pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk lahan di bawah 5.000 meter persegi. Kebijakan ini dinilai mampu meringankan beban ekonomi masyarakat kecil. Selain itu, PBB untuk lahan persawahan juga digratiskan guna mendukung para petani serta meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah.
Tak hanya itu, percepatan pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas. Pemerintah daerah terus mendorong pembangunan jalan desa dan kabupaten guna memperlancar akses menuju sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata. Program pemberdayaan desa pun diperkuat melalui kolaborasi antara APBD dan APBDes agar pembangunan lebih merata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan menjadi ciri khas dalam pelaksanaan program. Bupati secara aktif mendengar aspirasi warga dan memastikan setiap kebijakan berjalan efektif serta tepat sasaran.
Dari sisi capaian kinerja, hasil yang ditunjukkan juga cukup signifikan. Perbaikan tujuh titik jalan utama di Rangkasbitung berhasil diselesaikan dalam waktu singkat. Secara keseluruhan, total panjang jalan kabupaten mencapai 773,9 kilometer, sementara jalan desa telah mencapai 1.617 kilometer dan terus ditingkatkan kualitasnya.
Kebijakan pembebasan pajak juga berdampak langsung terhadap masyarakat, terutama ribuan petani dan warga berpenghasilan rendah yang kini merasakan berkurangnya beban ekonomi. Selain itu, sistem pemerintahan yang semakin responsif terhadap keluhan masyarakat menjadi indikator peningkatan kualitas pelayanan publik.
Prestasi Pemerintah Kabupaten Lebak turut mendapat pengakuan di tingkat provinsi. Pada tahun 2025, Pemkab Lebak meraih predikat “Sangat Baik” dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah tingkat Provinsi Banten. Capaian ini menunjukkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2026 Bupati Lebak juga dianugerahi penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif melalui ajang EKBISPAR Award atas keberhasilan dalam menghadirkan kebijakan pembebasan PBB yang berpihak kepada masyarakat.
Dampak nyata dari berbagai program tersebut mulai dirasakan luas oleh masyarakat. Akses transportasi semakin mudah, ekonomi lokal bergerak lebih maju, kesejahteraan petani meningkat, serta akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan menjadi lebih terjangkau. Di sektor pariwisata, perkembangan destinasi juga semakin mendorong popularitas Kabupaten Lebak di tingkat regional maupun nasional.
Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan bahwa berbagai isu yang muncul merupakan bagian dari dinamika dalam pemerintahan. Namun demikian, fokus utama tetap pada kerja nyata dan hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Isu boleh datang, tapi bukti lebih kuat, saya akan terus bekerja dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, dan menjadi semangat yang terus dipegang dalam menjalankan roda pemerintahan” Ujarnya
Dengan komitmen tersebut, Kabupaten Lebak optimistis mampu terus berkembang menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan berdaya saing, sejalan dengan visi mewujudkan Lebak yang Rukun, Unggul, Hegar, Aman, dan Yakin.
Redaksi: Kabar Lebak News Net
