
Lebak – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, KOPRI PC PMII Kabupaten Lebak sukses menyelenggarakan kegiatan bertema “Kartini Masa Kini: Tumbuh Setara, Berani Berkarya, dan Berdampak Melalui Pendidikan.” Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam menjawab tantangan zaman melalui pendidikan dan gerakan sosial.
Acara yang berlangsung dengan penuh semangat ini dihadiri oleh para pelajar, mahasiswa, kader KOPRI, serta kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Ketua KOPRI PC PMII Kabupaten Lebak, Nanda Amelia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini harus terus dihidupkan dalam bentuk aksi nyata.
“Perempuan hari ini harus berani tumbuh setara, tidak hanya dalam kesempatan, tetapi juga dalam kontribusi. Pendidikan menjadi kunci utama agar perempuan mampu berkarya dan memberikan dampak luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber inspiratif, yakni Juwita Wulandari selaku Ketua DPRD Kabupaten Lebak, serta Rasiani Amelia sebagai aktivis perempuan Lebak. Dalam pemaparannya, Juwita Wulandari menekankan pentingnya peran perempuan dalam ruang-ruang strategis pengambilan kebijakan. Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengambil peran kepemimpinan.
Sementara itu, Rasiani Amelia mengajak peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan formal maupun nonformal. Ia menegaskan bahwa perempuan harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini membuka ruang dialog kritis antara peserta dan narasumber, terutama terkait tantangan perempuan di era modern, mulai dari akses pendidikan, peluang karier, hingga partisipasi dalam pembangunan daerah.
Melalui kegiatan ini, KOPRI PC PMII Kabupaten Lebak berharap semangat Kartini tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan diharapkan mampu menjadi sosok yang mandiri, berdaya saing, serta berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan setara.
Redaksi: Kabar Lebak News Net
